Laman

Kamis, 09 Oktober 2008

LAILATUL QADR

Malam yang lebih baik dari ibadah seribu bulan...Para pencari Ridho-Nya menunggumu...
Kubuka pintu rumah, membiarkan angin malam Ramadhan merasuk keseluruh penjuru ruangan, seolah mempersilahkan para Malaikat masuk...
Wa'alaikumsalam hai para Malaikat yang membawa urusannya masing masing...Berhakkah aku memperoleh karunia ini?.......

Hening.............tak terdengar apapun......

Wa'alaikumsalam hai para Malaikat yang membawa urusannya masing masing......Berhakkah aku memperoleh karunia ini?.......
Gelisah aku menghisab diriku sendiri....rasanya pertanyaan itu terlalu sangat lantang untuk aku sampaikan......
Terdiam pasrah....fayagfirullimayyasyaa'u, wayuadzibu mayyasyaa'u, wawlohu 'alakulli syai'in qodiir...", Allah berkehendak untuk mengampuni atau mengazab siapapun....

Sujudku padaMu ya Allah...

Senin, 06 Oktober 2008

NGANGON DOMBA


Lebaran 1429 ini aku bertemu dengan sanak saudara, diantaranya ia menyebut dirinya Wa Akung.
Awalnya banyak kita banyak berbincang berbagai hal. Setelah sekian lama, tibalah pada topik yang lebih spesifik dan pribadi..."Anaking.." dia berkata dan melanjutkan dalam bahasa sunda " kalau sudah tua seperti ini segala sesuatu tergambar begitu jelas, kejadian sejak awal hingga kini..." , aku diam mendengarkan. " Sangat jelas...seperti sebuah film..", aku mengangguk. " Ada satu kejadian yang hingga kini jadi pikirtanku,...seperti biasanya uwa ngarit untuk makanan domba, habis rumput di lahan uwa, maka mencari di lahan lain. Suatu hari uwa mengarit ditempat orang, begitu lebatnya sehingga uwa ngarit begitu bersih dan rapih...., uwa pulang, keesokan harinya diberikan kepada domba-domba untuk dimakan".
Tidak ada yang istimewa, beberapa hari berikutnya uwa kembali berniat mengarit ditempat orang. Di perjalanan bertemu dengan seseorang" Kemana Kang?" orang itu bertanya" Ngarit.." jawab Wa Akung, kemudian mereka duduk berdua, orang itu berkata"Saya heran sekali, rumput di pematang kebun ini bersih sekali, padahal saya membutuhkan, ini pasti orang pintar yang ngarit...." Dug! kaget Uwa Akung, karena dialah sesungguhnya yang mengarit rumput pada hari itu. Dengan perlahan Uwa berkata" Ipin...siapakah yang memiliki kebun ini...?"Saya...!"kata orang itu. Kembali perlahan Uwa berkata" Ipin...halalnya suatu barang karena ada ucapan, sekarang akang mau bilang maaaaaf bahwa yang ngarit rumput Ipin itu adalah Akang sendiri..."Aduh Akang punten, bukan maksud Ipin mau menyidir, tapi Ipin benar-benar tidak tahu..." Saya yang mohon maaf Ipin, ..mohon dihalalkan..."Halal Akang, halal....." jawab orang itu.
"Nah gitu ceritanya anaking..." sejak itu Uwa langsung menanam rumput di tanah sendiri dan tidak pernah mau mengambil rumput, meskipun itu tanah milik pemerintah. Selanjutnya ia berkata bahwa ia jadi berpikir kebelakang, bagaimana kejadian yang lalu? apakah darah yang mengalir ini telah menjadi kotor...? "Uwa kalo si mamah nggak ada suka termenung memikirkan hal itu...". Aku mengangguk-angguk namun berkecamuk dalam diri mulai menghitung diriku...

Ampuni kami ya Allah.

Minggu, 05 Oktober 2008

PUISI MUNAJAT I

Ya Robbi, kembali aku menengadahkan kedua tangan ini
Di Gerbang keagunganMu aku bersimpuh
Memohon Ridlo Mu atas hidupku
Dari seorang hamba yang fakir ibadah ini

Ya Robbi, sesungguhnya aku malu tuk berdo'a meminta
Karena begitu mudah aku berbuat apa yang Engkau larang
Begitu mudah aku meninggalkan apa yang Engkau perintahkan
Begitu sedikit aku bersyukur, padahal nikmatMu mengalir setiap waktu
Namun kemana lagi ya Allah....hanya kepada Engkau, manusia memohon segalanya

Ya Robbi,
Lidah yang bertasbih ini, sering kugunakan untuk berucap kotor
Mata yang membaca firmanMu, sering kugunakan kemaksiatan
Kening yang sujud tersungkur, sering tertengadah angkuh seolah lebih baik dari yang lain

Sungguh malu aku ya Robbi..., dengan wajah seperti apa aku akan menghadap Mu ketika Engkau memanggilku

Ya Robbi, apabila azab telah engkau tetapkan, tak ada yang mampu menghalanginya
Apabila kenikmatan telah engkau tetapkan, tak ada yang mampu menghalanginya

Ya Robbi, jadikan kami orang orang yang selalu menegakkan agamaMu
Meninggikan dan mensucikan namaMu

Ya Allahhu Robbi, tetapkanlah iman Islamku dalam dalam sakaratul mautku
Dalam tarikan nafasku yang terakhir, jadikan hanya namaMu yang kuucap. Amin

PAKU DI POHON


Aku bertanya " Ayah mengapa begitu banyak paku menancap dibatang pohon ini?...." itu rahasia anakku.....", Maukah engkau beritahukan rahasia itu, akau akan berbuat apa yang Ayah mau..." setengah memaksa.

"Anakku sesunggunya sejak engkau akil baligh , setiap kali engkau berbuat yang mengecewakan hatiku aku tancapkan sebuah paku di pohon ini..., dan setiap kali engkau kuketahui beramal baik, aku cabut sebuah...", diam sebentar kemudian Ayahku beranjak pergi...

Ku tatap wajah ayahku yang sudah keriput dengan rambut yang sudah memutih,...tercenung dalam kesenyapan dan kesedihan yang mendalam,...jadi inilah "sedikit" gambaran diriku. Beberapa paku telah tercabut namun meninggalkan bekas yang carut marut pada batang pohon ini, dan masih begitu banyak yang menancap,...ada gerakan air dimataku terasa begitu sesak didada...sangat menekan...

Inilah gambaran aku dimata seorang manusia, bagaimana aku disisi Tuhanku?
"wa nahnu akrobu alaihi min hablilwarid" Kami lebih dekat dari urat nadi kalian...."

...duh Gusti Allah,...hampura abdi...

MALAM TAKBIRAN DI BANDUNG (1429/2008)


Waduuh...rameee buanget, petasan, geng motor, beduk diatas mobil, orang pacaran, yang mabok, tapi yang takbiran di masjid pun tak kalah ramai....
Aku mengira-ngira apa yang ada dalam benak masing-masing peran di atas tentang malam takbiran ini,....tapi sudahlah, malam ini tidak ada shalat tarawih,...gak apa masih ada tahajjud.

THE MAGIC OF RAMADHAN (1429/2008)


Dalam bulan Ramadhan tahun ini aku memperhatikan banyak hal-hal positif yang terlihat. banyak orang yang berubah menjadi baik, ramah, berfikir positif.
Suatu waktu aku melihat sebuah mobil mewah berjalan perlahan...aku bertanya gerangan apa yang sedang dicari, lalu mobil itu berhenti dekat seorang pengemis yang sedang duduk dipinggir jalan, tiba tiba dari dalam mobil seseorang menyodorkan bungkusan kecil,....dari bentuknya aku menduga itu sebungkus nasi, mungkin untuk berbuka puasa (andai orang itu puasa)..Subhanallah.
Suatu waktu jam 2.30 pagi ketika aku sedang mencari makan untuk sahur, aku melihat beberapa mobil berhenti sambil menyalakan lampu hazard, wah!....ada kecelakaan karena ada beberapa orang posisi tertidur disapmping mobil tersebut, kemudian kudekati karena penasaran, ternyata sekelompok anak muda sedang memberikan bungkusan makanan untuk orang2 tersebut ,..."untuk sahur"...sapanya, (andai orang2 itu berpuasa)....Subhanallah...
Terlepas dari apapun motivasinya, aku berpikir mereka menganggap bulan ini adalah bulan untuk melakukan sesuatu yang baik, menghindari hal-hal buruk.

Suatu pemandangan yang mungkin tidak terlihat dibulan lainnya,...Subhanallah Ramadhan... ya Allah engkau telah ciptakan bulan Suci ini...aku bersyukur dapat melihat pemandangan ini, mudah mudahan akan terus seperti ini ....Amin.

Rabu, 27 Agustus 2008

BANDUNG I

IT WAS A VERY GREEN TOWN
Lulus dari SD di Jakarta 1979, aku mengikuti orang tuaku pindah ke Bandung. Kesan pertama yang ku tangkap adalah denyut kota ini tidak cepat, dengan pepohonannya yang rimbun membuat seolah waktu cenderung diam.
Dalam benakku aku memiliki dua gambaran tentang kota, Jakarta dan Bandung, dua kota yang pada waktu itu sangat berbeda, maklum pada waktu itu untuk pergi ke Bandung butuh waktu setengah hari perjalanan bus umum, jadi benar-benar perjalanan keluar kota.
Namun ada hal lain yang kurasakan...'it has somehing special I knew it'...., ada daya tarik luar biasa dari kota ini...Hal ini dapat dibuktikan mengapa para Meneer Belanda menyukai tinggal disini selanjutnya kota ini memiliki julukan 'Parijs van Java'.
Luas kota, udara, lingkungan yang segar, denyut kota, dan tentunya pemikiran yang tidak terlalu materialsitik pada waktu itu membentuk suatu kombinasi yang sempurna, sehingga orang-orangnya mampu berpikir kreatif dan memikirkan hal lain disamping perut dan memuaskan keinginan pribadi.

Myself

Namaku Wahyu, atau nama panggilan rumah yaitu "Akang", tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan hierarki keluarga karena kakekku pun memanggilku Si Akang hehe...selalu jadi paling tua , tak apalah yang penting akrab,....