Laman

Jumat, 20 Agustus 2010

Telaga Hati


Lewat tengah malam, ku masih terjaga,
Tertampak langit-langit masih yang itu, berlumut menandakan waktu
Kepala terdiam menatap dalam, kupejam mata sejenak
Jiwaku berlari menembus hutan,jauh dan semakin jauh kedalam

Ada telaga ditengah rimbun belantara, bertanya telaga apakah ini
Airnya beriak tak tembus cahaya, dalam atau landaikah ia
Kutatap air telaga, tak jua bisa bercermin
Hening ku merenung, lembut tersapu angin Perlahan tapi pasti, jiwa pun tenang

Menyadarkan pada hakikat diri sbagai manusia, Fitrah yang ditulis untuk kalifah di bumi
Baik dan Buruk berangkai cerita, mata berkaca mengenang dosa
Perlahan tapi pasti riak pun tenang, lumpur mengendap dasar tertampak
Cahya menerangi dalam telaga, begitu Indah ternyata

Saat terbersit hawa nafsu, air beriak mengacau lumpur
Tiada lagi ada keindahan telaga, laksana air yang terhampar saja
Saat kesadaran menyentuh, kembali ia membening dan bercahaya
Ikan-ikan berenang indahnya, Oo..adakah ini bernama telaga hati?

Mata terbuka ke alam nyata, masa pun berganti
Tertampak langit-langit masih yang itu, berlumut menandakan waktu

Kuingat sebuah telaga, dengan ikan2 dan air yang bening
Kan kujaga agar tak beriak dan berlumpur
Mengalir halus ke tempat yang rendah sebagai fitrah
Semoga istiqamah..

Ilustrasiku untuk :
irji'ii ilaa rabbiki raadiyatan mardhiyya
[AlFajr:28] Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang tenang lagi diridhai-Nya.
fadkhulii fii 'ibaadii
[AlFajr:29] Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,
wadkhulii jannatii
[AlFajr:30] masuklah ke dalam surga-Ku.

Senin, 04 Januari 2010

Rumah Masa Depan


Siang itu aku dan ayahku pergi ke arah Bandung Timur, untuk melihat lokasi yang kita sebut dengan "Rumah Masa Depan". Sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya antara lokasi dengan rumah, namun sesunggguhnya yang dilihat adalah lokasi Pemakaman.
TPU Nagrog, ya...kami mengunjungi TPU ini untuk melihat situasinya dan kondisi. Singkat kata situasi dan kondisinya cukup nyaman. Hah? cukup nyaman bagaimana? memangnya kalau sudah meninggal akan dapat ditempati dengan nyaman? tergantung amal ibadahnya dong........

Maksudnya adalah cukup nyaman bagi peziarah, untuk hadir di situ Mendoakan dan Mengenang Nilai-Nilai Hidup yang pernah ada pada ahli kubur yang diziarahinya. Kebetulan saat itu sehabis hujan, jadi tanah dan lingkungannya cukup dingin dan basah...

Ya,...setelah dari situ malamnya diriku terasa begitu dingin, merasakan dinginnya tanah disana, terasa begitu kecil hati ini, leutik hate, bahasa sundanya...agak tercenung memang, mencoba mapping lukisan hidup yang sudah digoreskan selama ini,..namun ada hal yang membesarkan tekad yaitu semakin jelas kemana diri ini bergerak, ada tujuan hidup yang dapat dilihat secara kasat mata.

Mudah-mudahan ini dapat terus mengingatkan diriku untuk istiqamah pada jalan Allah, dengan selalu teringat bahwa ada lokasi yang sudah menunggu dengan berjalannya waktu.......

Ketika aku terbujur kaku disana, berharap ada yang mendoakan
Ketika aku terbujur kaku disana, berharap ada amal yang terus mengalir
Ketika aku terbujur kaku disana, berharap ada hanya kebaikanku yang diingat orang
Ketika aku terbujur kaku disana, berharap ada amal baik yang menjadi teman abadi
Ketika aku terbujur kaku disana, berharap ada nilai-nilai baik dari hidupku yang dapat dipetik
Ketika aku terbujur kaku disana, berharap pertemuan dengan Allah dalam keadaan bermartabat

Myself

Namaku Wahyu, atau nama panggilan rumah yaitu "Akang", tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan hierarki keluarga karena kakekku pun memanggilku Si Akang hehe...selalu jadi paling tua , tak apalah yang penting akrab,....