Laman

Selasa, 31 Mei 2011

Kakaku Ku yang Kusayangi


"Tidak ada satu dosa yang lebih berhak untuk disegerakan siksaanya didunia kecuali Kezaliman dan Memutuskan silaturahmi." (Hr. Tirmidzi)
...dan semua Pintu Langit akan ditutup bagi doa orang yang memutuskan silaturhami........
naudzubillahimindzalik

Ya Allah masukanlah kami dalam silaturahim yang Barokah...Amin

Istriku Kembali dari Umrah



Banyak hal ia bercerita tentang hikmah yang dapat ia petik dari perjalanan ini.
Aku mendengarkan dengan hati tersenyum...'seperti itulah yang aku inginkan terjadi sayangku'
Perjalanan Umrah bisa mejadi perjalanan wisata biasa atau menjadi perjalanan Ruhani
tergantung dari niat kita dan setting awal kita berangkat.

Seseorang yang datang ke rumah kita bisa hanya mehat barang barang yang ada, atau bisa kita jelaskan kegunaan masing-masing barang dan mencicipi makanan yang ada, tergantung dari bagaimana cara penerimaan kita pada orang itu, yang tergantung dari bagaimana orang itu masuk rumah kita.

Demikian pula ketika kita menjejakkan kai di Tanah Haram Makkah, Allah dapat menunjukkan bebagai hal, atau menjadi perjalanan biasa saja....

Semoga pelita dalam hati istriku tetap menyala dan memnerangi mata bathin untuk melihat apa sesungguhnya yang ada dibalik tembok kehidupan ini., Amin ya Robbal Alamin.

Factory in Karawang


Bekerja disebuah pabrik di Karawang sebagai penugasan dari kantor pusat merupakan episode yang unik dalam hidupku. Sebelum itu, ketika aku masih bekerja di sebuah Bank, berulang kali aku melewati daerah yang bernama Klari. Tak terbayangkan daerah tersebut dan terdengar begitu asing.
Waktu berlalu..., perjalanan hidup yang berliku ternyata membawa aku ketempat tersebut. Pola hidup sebagai orang kost pun aku jalani, sebuah kehidupan yang seharusnya aku jalana ketika mahasiswa, tapi kujalani ketika aku sudah bekerja hmmm unik memang, namun keluarga adalah tanggungjawabku, karenanya tetap kujalani.
Mengenal teman-teman disana pun merupakan sebuah pengalaman tersendiri, memberikan dimensi baru dalam hidupku. Pada awalnya terasa berbeda, namun beberapa waktu berlalu, aku dapat menyesuaikan diri.
Banyak sekali hikmah yang dapat kupetik dari perjalanan hidup di Klari ini, baik secara hubungan kerja maupun pematangan hubungan aku dan keluarga ku sendiri.
Setting sikap dari awal aku disana adalah bahwa kita dalam satu kapal bersama-sama menuju suatu tempat, sehingga suasana yang aku ciptakan adalah suasana kekeluargaan, aku tidak ingin hubunga yang tercipta hanya sebatas hubungan kerja, namun yang lebih dari itu, adalah hubungan antar manusia yang lebih emosional. Aku berusaha unuk tidak berjarak dengan teman-teman, karena kau tanamkan kerja tetap kerja, namun hubungan pertemanan adalah hal yang lain.

Myself

Namaku Wahyu, atau nama panggilan rumah yaitu "Akang", tapi sama sekali tidak ada hubungannya dengan hierarki keluarga karena kakekku pun memanggilku Si Akang hehe...selalu jadi paling tua , tak apalah yang penting akrab,....