
Bekerja disebuah pabrik di Karawang sebagai penugasan dari kantor pusat merupakan episode yang unik dalam hidupku. Sebelum itu, ketika aku masih bekerja di sebuah Bank, berulang kali aku melewati daerah yang bernama Klari. Tak terbayangkan daerah tersebut dan terdengar begitu asing.
Waktu berlalu..., perjalanan hidup yang berliku ternyata membawa aku ketempat tersebut. Pola hidup sebagai orang kost pun aku jalani, sebuah kehidupan yang seharusnya aku jalana ketika mahasiswa, tapi kujalani ketika aku sudah bekerja hmmm unik memang, namun keluarga adalah tanggungjawabku, karenanya tetap kujalani.
Mengenal teman-teman disana pun merupakan sebuah pengalaman tersendiri, memberikan dimensi baru dalam hidupku. Pada awalnya terasa berbeda, namun beberapa waktu berlalu, aku dapat menyesuaikan diri.
Banyak sekali hikmah yang dapat kupetik dari perjalanan hidup di Klari ini, baik secara hubungan kerja maupun pematangan hubungan aku dan keluarga ku sendiri.
Setting sikap dari awal aku disana adalah bahwa kita dalam satu kapal bersama-sama menuju suatu tempat, sehingga suasana yang aku ciptakan adalah suasana kekeluargaan, aku tidak ingin hubunga yang tercipta hanya sebatas hubungan kerja, namun yang lebih dari itu, adalah hubungan antar manusia yang lebih emosional. Aku berusaha unuk tidak berjarak dengan teman-teman, karena kau tanamkan kerja tetap kerja, namun hubungan pertemanan adalah hal yang lain.
Pemahaman tentang hidup pun aku peroleh dari seorang teman muda yang menjadi mitra kerja saya di purchasing, dimana aku diajarkan memahami AlQur'an sedikt demi sdikit hingga aku hafal beberapa surat dan memacu aku untuk mengetahui hidup secara islam yang baik. Semoga teman ini tetap istoqamah dan mendapat barokah.
Friksi di tempat kerja seringkali terjadi, namun dapat diatasi dengan saling pengertian dan sesungguhnya dari awal sudah terbaca bagaimana sesuatu masalah muncul, namun aku mencoba untuk tidak mempermalukan pihak yang memunculkan masalah tersebut, sebaliknya mencoba memberi pengertian melalui peahaman proses kerja.
Hal yang kutanamkan pada teman-teman adalah jangan takut untuk mengakui kesalahan, karena ketika kita mengakui kesalahan maka kita akan berusaha untuk tidak melakukannya lagi, sebaliknya bila kita berhasil menangkis tuduhan maka selanjutnya tidak ada perbaikan dalam diri kita, karena kita merasa yakin bila ada kesalahan kita akan berusaha menangkisnya lagi.
Aku tidak tahu apakah setting ini berhasil, namun ketika aku ditarik kembali ke pusat, secara pribadi aku kehilangan teman-teman yang mulai lebih mengarah ke 'saudara/dulur', aku merasakan nikmatnya memiliki teman.
Hingga saat ini kami masih berhubungan secara baik dengan teman2, semoga tetap menjadi pertemanan dan yang baik selamanya. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar