
Aku bertanya " Ayah mengapa begitu banyak paku menancap dibatang pohon ini?...." itu rahasia anakku.....", Maukah engkau beritahukan rahasia itu, akau akan berbuat apa yang Ayah mau..." setengah memaksa.
"Anakku sesunggunya sejak engkau akil baligh , setiap kali engkau berbuat yang mengecewakan hatiku aku tancapkan sebuah paku di pohon ini..., dan setiap kali engkau kuketahui beramal baik, aku cabut sebuah...", diam sebentar kemudian Ayahku beranjak pergi...
Ku tatap wajah ayahku yang sudah keriput dengan rambut yang sudah memutih,...tercenung dalam kesenyapan dan kesedihan yang mendalam,...jadi inilah "sedikit" gambaran diriku. Beberapa paku telah tercabut namun meninggalkan bekas yang carut marut pada batang pohon ini, dan masih begitu banyak yang menancap,...ada gerakan air dimataku terasa begitu sesak didada...sangat menekan...
Inilah gambaran aku dimata seorang manusia, bagaimana aku disisi Tuhanku?
"wa nahnu akrobu alaihi min hablilwarid" Kami lebih dekat dari urat nadi kalian...."
...duh Gusti Allah,...hampura abdi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar